Hitam-Putih Merpati

March 22nd, 2008 by prince-darkness

Aku baru saja mencium langit. Kembali dari duniaku yang berada di balik
awan.  Ada sebuah harap yang kusembunyikan di sana. Yang kuharap suatu
saat akan terlepas bebas. Meski kusadari nyaris tak bisa terwujudkan.
Karena aku merpati hitam. Merpati hitam yang hanya ditakdirkan untuk
sesama merpati hitam. Padahal aku telah takluk pada sesosok makhluk.
Sayangnya bukan mepati hitam sepertiku. Ia merpati putih. Pujaan di
istana hatiku. Yang dalam hari-hariku selalu kupandangi dari duniaku
bersembunyi; di balik awan.

“Merpati tak pernah ingkar janji”,
seperti itu ayahku berpesan kepadaku. Aku ingin menyanggah. Tapi
kuurungkan demi seonggok rasa hormatku pada ayahku.

Aku ingin
bertanya, apa arti sebuah janji? Toh nyatanya janji itu hanyalah janji
yang terungkap oleh nenek moyangku dulu. Bahwa kami –kaum merpati
hitam- hanya akan menikahi sesama kami. Setelah sebelumnya dijodohkan
terlebih dahulu oleh kaum manusia itu. Kaum yang merasa jumawa, seakan
penuh kuasa. Nyatanya mereka hanya makhluk lemah.

Hari ini sama
seperti hari-hari belakangan dalam sebulan ini. Hari pelarianku. Karena
aku dijodhkan. Bagaimana mungkin aku harus mencintai sosok yang bahkan
tak pernah kukenal dan kulihat sebelumnya? Ini bukan lagi zaman Siti
Nurbaya bung! Kenapa tak biarkan kehendak bebas melenting sempurna?
Jangan berikan tumbukan di jalurnya. Toh, nantinya tumbukan akan
melahirkan momentum, p=m.v, begitu kata kaum manusia, kuintip di suatu
ketika pelajaran yang namanya Fisika.

Aku berani bertaruh, besok
tak akan jauh berbeda dari hari ini. Ayahku yang kolot itu pasti akan
kembali memaksaku menemui si Ms. Nonsense yang tak kukenal itu.
Pastinya bakal keluar lagi bujukan-bujukan kuno dari mulutnya itu. “Sebenarnya
apa sih yang jadi masalah dari semua ini? Lihat ayah dan ibumu! Kami
juga dijodohkan sama seperti halnya kamu. Dan nyatanya cinta bersemi di
antara kami berdua. Melahirkan kamu. Melahirkan adik-adikmu. Yang
namanya cinta itu akan tumbuh seiring kebersamaan. Weting trisno
jalaran soko kulino, begitu kata kaum manusia Jawa.”
Ya ya ya, aku menganggukkan kepalaku sebagai formalitas belaka.

************************

Aku
merpati hitam. Kini kembali bersembunyi di balik awan. Sekali lagi aku
mengintai pujaanku; merpati putih. Ia memang benar sempurna adanya.
Matanya yang bening, bulu-bulunya yang halus lembut memancarkan
keindahan, dan pada setiap kepakannya seakan menebarkan cinta. Tapi
semakin jauh harapku untuk memilikinya. Entah bagaimana ku bisa
membujuk keduaorangtuaku agar menyetujui pendapatku ini.

Kembali
ku kepakkan sayapku. Mengusir sayu yang sejak tadi menyelimuti. Di
bawah sana, mahadewi gravitasi menyumpah serapahku karena tak terikat
diriku olehnya. Aku sungguh bingung. Kenapa rasisme masih terjadi di
zaman ini? Kenapa kaum merpati tak mencontoh para manusia dalam hal
ini? Di sebuah Negara yang namanya Amerika misalnya, kulit hitam sudah
berani dan berhasil mengekspresikan dirinya. Para penyanyi-penyanyi
favoritku rata-rata berkulit hitam. Rihanna misalnya.

Aku
sedikit lelah. Lalu hingap pada beringin tua yang sudah jadi tempat
peristirahatanku dari saat ku belajar mengepakkan sayap. Sungguh teduh.
Sesekali angin manja menggoda dengan semilirnya. Aku kembali berpikir
bagaimana mewujudkan keidealisanku ini. Revolusi! Ya REVOLUSI MERPATI.
Seperti halnya manusia, berbagai kemajuan dicapai dengan sebuah
revolusi. Revolusi industry di Eropa misalnya yang mengubah gaya hidup
bertani menjadi industry. James Watt kalau tak salah. Nama dari manusia
yang menjadi inspirasi revolusi ini dengan menciptakan mesin watt. Dan
kini, haruskah aku menjadi James Watt-nya kaum merpati? Mengubah gaya
hidup dan tradisi yang sudah tak cocok lagi di zaman ini? Aku
tersenyum. Mengembang.
*************************
Esoknya segera kusebarkan woro-woro pada setiap merpati hitam. Gairah revolusi coba kukoorkan dengan penuh kesungguhan.

“Saudara-saudaraku
yang terhormat, waktu telah berganti. Dan sekarang bukanlah yang dulu
lagi. Apalah arti sebuah janji yang tak memiliki arti? Kita, merpati
hitam, sudah saatnya mengubah prinsip dan tradisi. Tak perlu lagi
menikah hanya dengan sesama jenis merpati. Hitam sudah selayaknya
menyatu dengan putih!”
Aku berteriak penuh semangat. Aku pikir
tadinya ucapanku akan disambut dengan standing ovation dari mereka
semua. Tapi yang ada hanya keheningan. Ah, kupikir mereka hanya sedang
termangu memikirkan kata-kataku barusan. Tak peduli, lantas kulanjutkan
lagi.

“Saudara-saudaraku semuanya, merpati memang tak seharusnya
ingkar janji. Tapi itu jika janji terebut memang penuh arti. Nyatanya
tidak. Tanyakan pada pikirmu kawan, logika mana yang mengizinkan
kehendak bebas dari kita terkurung dalam tirani janji? Biarkan lepas
seperti saat kita terbang di langit tinggi. Bayangkan moleknya para
merpati putih. Sudah saatnya kita, sebagai generasi di zaman ini,
memilih untuk melakukan persilangan dengan mereka. Melahirkan abu-abu!”

Mereka
masih diam. Ada yang tatapannya kosong tak mengerti. Ada yang menatapku
rendah. Seakan aku ini hina. Seakan pemikiranku hanyalah sampah yang
tak punya harga. Hingga satu per satu dari mereka pergi terbang
meninggalkanku.

Semangatku surut. Tapi ternyata ada seekor merpati masih menatapku. Menungguiku. Seakan ingin menyampaikan katanya padaku.

“Wahai, terima kasih kau mau mendengarkanku. Terima kasih atas kepedulianmu dengan tidak meninggalkanku sendiri.”

“Oh
Tidak, aku hanya sedang menikmati pemandangan makhluk terbodoh dan
terhina yang ada di hadapanku. Mungkin takkan ada lagi pemandangan
seperti ini dalam satu abad ke depan.”

Ia tertawa. Benar-benar merendahkanku. Lantas ia terbang menjauh. Meninggalkanku di sini. Sendiri.
**************************

Air
mataku sudah ingin mengalir. Tak percaya akan kenyataan yang baru
terjadi. Tidak adakah satupun dari kaumku yang punya pikiran yang sama
denganku? Hah, betapa menyedihkannya aku. Segera kuistirahatkan tubuhku
di beringin favoritku. Menyenandungkan irama hatiku yang sendu. Lantad
dari kejauhan terlihat sesosok merpati hitam terbang mendekat. Tampak
asing bagiku. Tak kukenal. Menghampiriku.

“Ada keperluan apa
engkau terbang ke sini? Aku tak sudi kau ganggu, apalagi jika hanya
ingin mengejekku atas pemikiranku yang kalian bilang hina tadi!”

Aku
memang masih emosi. Aku sedang ingin sendiri. Tak ingin diganggu.Tapi
anehnya ia malah tersenyum lembut. Memang manis untuk ukuran merpati
hitam. Meski tak sebanding dengan pujaan hatiku.

“Maaf, aku tak
berniat mengganggumu. Apalagi mengejekmu. Justru aku kagum dengan
keberanianmu, dengan kegagahanmu barusan. Aku ingin mengenalmu sebagai
teman. Bisakah?”

Aku diam tak menjawab. Sedikir ganjil kurasa.
Meski kuakui ada perasaan bahagia menyelinap karena setidaknya ada yang
‘menganggap’ keberadaanku.

“Ah, aku tahu kau selalu hinggap di
sini di sela terbangmu. Rasanya cukup pertemuan kita hari ini.
Biarkanlah kau menenangkan dirimu dulu. Kapan-kapan aku akan kembali
menghampirimu di sini. Mungkin saja kita bisa berbincang hangat dengan
secangkir kopi.”

Ia tersenyum. Aku pun seakan dipaksa untuk tersenyum padanya. Menganggukkan kepalaku. Lalu ia pergi, terbang ke langit tinggi.
************************

Langit
masih biru. Setia dalam perjalanannya. Aku masih memikirkan
‘kehinaan’-ku. Apa yang salah dari semua itu? Mungkinkah tak cukup
hanya kata? Tapi bukti! Ya, benar. Aku harus bisa membuktikan bahwa
merpati hitam bisa menyatu dengan merpati putih.

Entah
tertakdirkan atau tidak, di langit tinggi itu, merpati putih pujaanku
sedang mengepakkan sayapnya sendiri. Segera kukerahkan segenap tenaga
dan keberanian untuk menghampirinya. Menyatakan perasaan dan
pemikiranku padanya.

“Wahai merpati putih, bisakah sejenak kita berbicara dari hati ke hati?”

Ia menatapku dari atas hingga ke bawah. Seakan menilai ‘harga’-ku. Ekspresinya dingin. Mungkin karena ia tak mengenalku.

“Maaf, aku tak mengenalmu. Bisakah kau tinggalkan aku?”

Aku
maklum pada ucapannya. Antara merpati hitam dan merpati putih memang
seakan terhalang tabir yang tinggi. Sulit untuk terlewati. Dunia kami
pun tak sama. Jadi, mungkin saja ia takut dan asing padaku.

“Jujur
saja, aku menyukaimu merpati putih. Aku selalu memperhatikanmu dari
balik awan. Selalu memimpikanmu dalam setiap malam-malamku …”

Ia mengernyitkan alis matanya, “Bisa kau ulangi?”

“Wahai,
zaman sudah berubah. Kini tradisi butuh revolusi. Tak perlu lagi
terikat janji yang tak berarti. Aku ingin kau tahu perasaanku padamu.
Aku mencintaimu. Aku ingin memberi bukti pada kaumku bahwa merpati
hitam dan merpati putih memang bisa bersatu. Tak perlu lagi seperti
halnya selama ini.”

“Wahai, sadarkanlah dirimu. Pemikiranmu itu
hina. Bid’ah terkejam yang pernah kudengar. Saranku untukmu segeralah
periksakan otakmu ke psikiater kaum manusia. Mungkin saja ada salah
satu aksonmu yang konslet hingga tersalah pikirmu. Coba kau tatap
dirimu di cermin, dan bandingkan dengan aku. Kita berbeda bung!
Melihatmu saja aku sudah merasa jijik. Hitam, seperti tak pernah mandi
berhari-hari. Dan aku benci hitam! Jadi sebaiknya kau kubur harapmu itu
dalam-dalam di perut bumimu. Jangan pernah kau cuatkan lagi. Ya, karena
kau yang tak mau pergi.maka biarkanlah aku yang pedgi. Dan jangan
pernah kau intai aku lagi di balik awanmu itu!”

Ia menjauh
pergi. Sementara telah lebur hatiku. Sedikitpun ia tak mau mengerti.
Aku menangis. Dan perlahan kehilangan dayaku. Kepakkanku melemah. Lalu
terjatuh.

Aku merpati hitam
Baru saja mencium langit
Mengintip jeruji darimu
Pergi
Lantas tersenyum
Tapi di hatiku ada hujan*

Sorry, I love you …

May 19th, 2007 by prince-darkness

Di, I’ll get married”

My eyes stare at those words. Actually, I don’t believe it. Why is it so sudden??? May be, she just wanna makes a joke.

“Are you serious Vie? Please, don’t make a joke to me. It’s not funny after all.”

“Di …, I’m serious. Yeah, it’s happen quickly, and outta my way. But, I’m serious that I’ll get married.”

Oh my God, what is this feeling??? It’s weird and seems that I’m fallen to the deepest darkest side of my heart. I still don’t believe it. Is it a dream??? Please tell me if it is just a dream. Please, someone else, wake me up from this bad dream. I wanna scream loudly more and more. But why there is no voice come out from my mouth???

“Vie, please tell me that it was a lie!!!”

“No, it was a truth. And please don’t tell anyone about it. You’re my best friend Di. I believe in you, so you’re first one who knows about it beside my family.”
Yeah, I just your friend. Although, I’m not exactly sure about my feeling to you, it’s kinda beautiful that I recognize it as love.

“Thanks for your belief. Vie, may I know something?”
“Yup, it’s your favour. Everything you ask, I’ll give you my answer.”

“Hmm, why … why did you decide to get married so sudden? And who is he?”

“He is my sister’s friend. And she introduced him to me. Then, he proposed me. Yeah, it’s quick process. Actually, I don’t know what is my exactly reason to accept him. But I feel there is belief in my deepest heart to accept him as mine. May be, it’s my destiny.”

“Vie, do you love him?”

“Di, do you think my choice is because of love? I thought you would understand me. I don’t know what love means. But I think, love can be exist and grows after the marriage. He is mature and has responsibilities. And I hope and I’m sure that he can take care of me in my whole life. Is it enough?

“Oh .., so is that all??? Have you ever thought the other’s feeling? Have you ever thought that there is someone who got hurt because of you?”

“Di, I don’t think so. What is hurt? Even if there is someone that I love, I still take this decision. Do you know why? It’s because he doesn’t propose me. I asked him before, when will he get married? And he said, he’ll get married five years later. What was with that answer? I was so dissatisfied with him. I hoped he was already mature, but the fact is …, ah … “
“What about me? Have you ever recognized my feeling for you? I know where is your heart has taken place. But, do you know that I have same feeling as him?”
“What was that for?? Please Di, don’t make new problem. Ok?”
“Sorry Vie, I love you!!! May be, it’s problem, but I have to express my feeling. Am I wrong?”
“Are you sure about your feeling? Love??? What does love mean to you? Please answer me Di. If you really love me, why you decided to choose her? You think I don’t know what happen between you and her? You have already had her Di. Remember it please. Yeah, at first, I thought that you have feeling for me. But I don’t know why, suddenly, you grew up your relationship with her. Have you remembered in that day??? The day when you expressed your feeling to her, I know Di. Rifan told me about it. You didn’t tell it to me, but you tell him. Is it right? So, please, don’t say love to me.”
“Sorry, I can’t lie to myself. Yeah, may be it’s my fault. Yeah I realize it. But I want you to know my reason. Do you remember what have you said to me? You said, if you fall in love, then the lucky man will not be me. Do you remember? Do you know what have those words affected me??? I became lack confidence to convey my feeling. I was scared Vie!!! A lot of men admire you. A lot of men want you to be their wife. What could I do??? Please tell me. I predicted that something like this will happen. Yeah, I’ve already know if someday there will be a man who propose you before me, sooner or later. Do you know what I felt? It’s painful Vie!!! Then she came to me with her smile. I was touched by her. At first, I just faced her as my younger sister. But she paid her attention to me. Then, actually I don’t know why I choose her. Yeah, may be I just wanted to live safely. I don’t want o get hurt anymore. I admit my fault that I didn’t choose you. But, I can’t lie to my self more and more. It’s more painful if I think about her feeling. Why am I like this???!!! It’s all because of you Vie!!!”
“Sorry Di, what should I do? You’re right!!! It’s my fault!!! May be, I’m too selfish. Should I withdraw this marriage planning??? I’ve caused much sadness to you and the others. Please tell me, what should I do???!!!”
“I don’t know Vie. You understand yourself more the others. I think you don’ have to withdraw your planning. Please think about his feeling. Don’t cause new troubles. It has already complex because your family and his family have already involved with your relationship. Remember it. I’m sure that you can face on your future with happiness. Yeah, I just wanna you be happy ever and forever.”
“Thanks Di, you are my best friend ever and forever.”
“No Vie, it will not be forever. I don’t how I can forget you. So, may be, I’ll leave and disappear from your life. I don’t wanna get in your way anymore. It was beautiful and wonderful Vie. Everything about you have taken place in a room in my heart. May be, memories about will not disappear from my life even if I wanna forget them.”
“Please Di, don’t say some stuffs like that. I don’t wanna lose you.”
“Sorry Vie, I can’t. But before I leave, promise me … promise me that you will be happy whatever problems will come to you. Promise me to wear your beautiful smile every single day. Please promise me on my love … vie, sorry, I love you.”
“No, thanks for your love. I promise Di, I’ll be happy. It’s my decision afterall. So it has already been my responsibility. But, please Di, don’t go any where. Is there anything else than can be your decision?”
“No, sorry. Vie, I really wanna hold you for a while. Vie, I don’t wanna cry again. I promise you. I’ll be strong enough. Sorry Vie, … goodbye.”

Sorry, I love you …
Even if my tears have fallen because this sadness …
Even if my heart has full emptiness
Even if my soul has been taken by darkness
I still love you

You are my serendipity
You always supported me whenever it is
You always gave me attention than made me touched
And you are the one who has bravery to pull me out from my error phase …

You always smiled ever and ever …
Even if the worst problem came in front of you
Even if you wanna cry
Even if you were depressed
Yeah, you still wear your gentle smile

Sorry, I love you …
And please forgive me about my love,
And, I couldn’t stand in a chance if I see you …
It’s because I love you

Good bye my love …

renungan tanpa arah

April 30th, 2007 by prince-darkness

Teringat pada sebuah ikrar yang pernah kuyakinkan dalam hati
sebuah untaian kalimat dari CJ Dawson

Promise myself ……
To be strong that nothing can disturb your peace mind …
To talk health, happiness, and prosperity to every person that you meet …
To make all your friends feel that there is something in them …
To look the sunny side of everything and make your optimism come true …
To think only the best, to work only the best, and expect only the best …
To be just as enthusiastic about the success of others as you are about your own …
To forget the mistakes of the past and press on to the greater achievements of the future
To wear a cheerful countenance at all times and give every living creature you meet a smile …
To give so much time to the improvement of yourself, that you have no time to criticize others
To be too large for worry, too noble for anger, too strong for fear, ant too happy to permit the presence of trouble

Kini …
aku bertanya pada diriku…
sudahkah aku seperti itu???
sudahkah aku tersenyum dg tulus dan memberikan kebahagiaan pada sahabat-sahabatku???

Sungguh … bagiku … kebahagiaan kalian adalah kebahagiaanku juga … duka kalian..adalah dukaku juga…..
tapi….arogansiku secara sengaja atau tidak sengaja mungkin pernah menyinggung kalian…
sahabat….bisakah kalian memaafkan khilafku???

Teringat
sebuah kalimat … "Ukhuwah itu takkan ada tanpa keimanan" …
yah….adakah ukhuwah di antara kita???jika ukhuwah itu belum
ada…berarti kita belum beriman….
sahabat….,yah…kutanyaakan pada diriku sendiri……Bagaimanakah imanku???
kurenungkan…dan lagi2 isak tangis menyelimuti hati….

Sahabat
… kedudukan kalian di hatiku sudah teramat dalam … sesaat aku ingin
pergi … dan aku memang harus pergi…..tetapi..kenapa kalian seolah
merantai hatiku???

Sahabat … jika kalian bersedia … yah … tolong ajari aku hakekat dari hidup ini…..
Sahabat … hinalah aku … dan jangan memujiku…sebab setiap pujian itu..bagiku..seperti cambuk yang menghantam qalbuku …
Ibnu
Ata’illah berkata : "Orang-orang memujimu karena sesuatu yang mereka
kira ada padamu, maka celalah dirimu karena sesuatu yang kamu tahu ada
padamu (Tapi mereka tidak tahu)"

Sahabat … orang yang dikagumi
ada dalam wilayah berbahaya karena ia mungkin menganggap dirinya
sebagai orang yang benar-benar memiliki sifat yang terpuji. segala
sifat dan atribut yang terpuji hanya milik Allah …, sedangkan sifat
essensial jiwa adalah hina dan jahat.  Setiap ada pujian …di
kedalaman jiwa ini terlihat kelemahan-kelamahan dan kesalahan-kesalahan
….

Sahabat … maafkan aku kalo aku terlalu banyak bicara … tapi inilah aku ….
Terima kasih sahabat..telah meluangkan kata untuk membca sampah hati ini..

Aku tersenyum lagi (?)

April 30th, 2007 by prince-darkness

entah….kapan….senyum itu kembali menghampiriku…mengisi kekosongan jiwa..yang perlahan terpuruk dalam kesendiriannya….
kenytaan…memberi
arti….wajah-wajah dunia dan nyanyian semesta kembali
menghampiri…mengangkat jiwa yang hampir mati..memberikan semangat
yang kian lama…kian terasa hangat melingkupi diri……

sebuah tanya hadir dalam dimensi hati……
"Kamu siapa?"
ya…..aku
teringat akan diriku…aku adalah sebuah bambu yang takkan pernah
patah..aku adalah sebuah bambu yang terus menghadap ke matahari…..aku
adalah bambu yang punya flexibitas…….

cih…entah iblis mana
yang berhasil meracuniku…..tapi kuyakinkan padamu wahai iblis …
bahwa aku adalah aku….it’s me..my self…aku akan memusnahkanmu dari
lubuk jiwaku yg terdalam….
meski aku tahu…kaulah yang merubah sekaligus merusak hidupku…..
aku
akan membalas dendam kepadamu wahai iblis…..saksikanlah sayap-sayap
kesejatianku terkepak kembali menaungi jiwa-jiwa sepi yang tak memahami
arti……

demi langit….demi bumi….dan segala sesuatu yang berada di antaranya…….
ingat itu..

love …

April 30th, 2007 by prince-darkness

why do i love you???
So sweet … and i cant think anothers …
could u be mine???
ah, may be it’s just my imagination ..
coz i know
and
i realize
that is impossible …

may be
in another time
u will feel me …

yah.. just may be

Who is really unfair??

April 30th, 2007 by prince-darkness

Who is really unfair???

Adakah keadilan di muka bumi ini???
Keadilan itu seperti apa sih???
an eye for an eye …
soul for soul …

apakah adil itu berarti sama???

Katanya, Tuhan Maha Adil, tapi sampai sekarang aku belum mengerti keadilanNya itu keadilan yang seperti apa???

who is really unfair???

Untouchable Love

April 23rd, 2007 by prince-darkness

The voices of the stars that fade away in that night sky …
The dark gray moon that glows fragily..
Why does the ocean that we swam in …, change its color in an instant?
I dont want to sleep just yet …
i still wanna feel you

If u are lonely, i cant even be beside u
but u now understand .. the pain of losing …
so u can go on seeing another love
that’s what pray for …

if u’ve lost at night and find urself suddenly looking back on that day …
just thinking of my smile …
from within that blindingly radiant sun …
all the times we said we love each other even changed the sorrowful things into love
try holding the weakness of a love
pretending to be tough in both hands …
and see how fragile its bond are…

But u, who’s alive right now
i’ll watch over and protect u forever and ever…
my love, let it come to ur heart

when u wanna cry
when u are in pain
all u have to do is thinking of me
the place we would get close together
that summer dayso far away …
the warmth ..
the joy of living …
let all of those come to ur heart …

Pahit Tak Terdefinisi

April 6th, 2007 by prince-darkness

kenapa rasanya pahit???
entahlah …
aku ingin dia …
ingin sekali …

apa dia tak merasakan hembusan angin yang kutiupkan???

I’m the worst

March 20th, 2007 by prince-darkness

Bencilah aku … sudah sukseskah aku membuatmu membenciku???
Dengan begini…mudah bagimu untuk melupakan …..
Dengan begini…kau akan bisa menatap masa depanmu bersamanya…

i’m the worst … may be …
little things about me was thrown up to garbage …
not a flower … nor a moon …
just the garbage from the time …
hah … could u understand me???

Actually, i wanna keep our communication as friend … but may be … i have hated me … with ur hatred …
surely, i dont have courage or bravery to face off the destiny ….
i dont have anything to show you how i could be in ur side….
i was just a garbage …
yeah … i’m the worst ….

i hope …
yeah tger is one hope … that u will invite me especially in ur wedding ceremony … then i’ll hit ur groom … may be … hahahaha

Aku TAK Mau Sendiri

March 15th, 2007 by prince-darkness

Sejak ia pergi,
dari hidupku,
ku merasa sepi
Dia tinggalkan ku sendiri disini,
tanpa satupun yang pasti

[Pre Chorus:]
Aku tak tahu harus bagaimana,
aku merasa tiada berkawan,
selain ddirimu,
selain cintamu

[Chorus:]
Kirim aku, malaikatmu
Biar jadi kawan hidupku
Dan tunjukkan jalan yang memang kau pilihkan untukku
Kirim aku, malaikatmu
Kar’na ku sepi berada disini
Dan di dunia ini, aku tak mau sendiri

Tanpa terasa ku teteskan, air mata ini
Yang tiada berhenti mengiringi, kisah di hati

[Pre Chorus]  ~~  [Chorus]

[Chorus]
~dan di dunia ini, aku tak mau sendiri